album baru nya foo fighers
Buat band sebesar Foo Fighters yang sudah eksis hampir 17 tahun, pastinya mereka punya alat-alat canggih buat rekaman, dong. Nggak salah sih, Dave Grohl cs. malah punya studio sendiri, namanya Studio 606. Tapi buat album ke tujuh, Wasting Light, mereka memilih rekaman di garasi rumahnya Dave Grohl!
"Rasanya puitis banget sebuah band yang sudah mampu bikin Stadion Wembley penuh, memilih rekaman di garasi,” kata Dave, vokalis, gitaris sekaligus leader band.
Malah Butch Vig, produser mereka, bilang, Foo Fighters rekaman memakai peralatan analog sepenuhnya, termasuk setelah mastering. Padahal kan, hari gini band-band lebih memilih rekaman digital. Tapi Foo Fighters memang punya alasan sendiri.
“Waktu bikin album Echoes, Silence, Patience & Grace, kami terlalu concern untuk jadi musikal. Sekarang waktunya buat kami jadi band rock lagi,” katanya.
Album Paling Berat
Proses bikin album yang bisa dibilang back to the past ini hasilnya ternyata oke banget. Dave puas banget dan menyebut Wasting Light sebagai album Foo Fighters yang paling berat.
Posisi di chart juga membuktikan keberhasilan mereka. Begitu dirilis 12 April 2011, album ini jadi nomor satu di US Billboard 200 chart. Angka penjualan albumnya 235 ribu copies dalam seminggu! Membuat Wasting Light jadi album ke dua Foo Fighters dengan penjualan tertinggi di awal minggu rilis setelah album In Your Honor pada 2005. Album ini juga jadi nomor satu di Kanada, Australia dan beberapa negara di Eropa.
Judul Wasting Light tuh berasal dari penggalan lirik di lagu Miss the Misery. Tapi ini bukan single andalan mereka. Sampai sekarang, Foo Fighters sudah punya dua hits single dari album ini, Rope dan Walk, yang rilis 5 Juni.
Di album ini juga mantan partnernya Dave di Nirvana, bassis Krist Novoselic, ikutan main bass dan akordeon di lagu I Should Have Known. Sekadar catatan, gitaris Pat Smear, yang keluar dari Foo Fighters pada 1997, lalu kembali sebagai additional player, sekarang sudah resmi kembali jadi gitaris mereka.
Foo Fighters
• Dave Grohl – vokal, gitar
• Chris Shiflett – gitar
• Nate Mendel – bass
• Taylor Hawkins – drums, perkusi
• Pat Smear – gitar
"Rasanya puitis banget sebuah band yang sudah mampu bikin Stadion Wembley penuh, memilih rekaman di garasi,” kata Dave, vokalis, gitaris sekaligus leader band.
Malah Butch Vig, produser mereka, bilang, Foo Fighters rekaman memakai peralatan analog sepenuhnya, termasuk setelah mastering. Padahal kan, hari gini band-band lebih memilih rekaman digital. Tapi Foo Fighters memang punya alasan sendiri.
“Waktu bikin album Echoes, Silence, Patience & Grace, kami terlalu concern untuk jadi musikal. Sekarang waktunya buat kami jadi band rock lagi,” katanya.
Album Paling Berat
Proses bikin album yang bisa dibilang back to the past ini hasilnya ternyata oke banget. Dave puas banget dan menyebut Wasting Light sebagai album Foo Fighters yang paling berat.
Posisi di chart juga membuktikan keberhasilan mereka. Begitu dirilis 12 April 2011, album ini jadi nomor satu di US Billboard 200 chart. Angka penjualan albumnya 235 ribu copies dalam seminggu! Membuat Wasting Light jadi album ke dua Foo Fighters dengan penjualan tertinggi di awal minggu rilis setelah album In Your Honor pada 2005. Album ini juga jadi nomor satu di Kanada, Australia dan beberapa negara di Eropa.
Judul Wasting Light tuh berasal dari penggalan lirik di lagu Miss the Misery. Tapi ini bukan single andalan mereka. Sampai sekarang, Foo Fighters sudah punya dua hits single dari album ini, Rope dan Walk, yang rilis 5 Juni.
Di album ini juga mantan partnernya Dave di Nirvana, bassis Krist Novoselic, ikutan main bass dan akordeon di lagu I Should Have Known. Sekadar catatan, gitaris Pat Smear, yang keluar dari Foo Fighters pada 1997, lalu kembali sebagai additional player, sekarang sudah resmi kembali jadi gitaris mereka.
Foo Fighters
• Dave Grohl – vokal, gitar
• Chris Shiflett – gitar
• Nate Mendel – bass
• Taylor Hawkins – drums, perkusi
• Pat Smear – gitar

Komentar
Posting Komentar